Saturday, March 5, 2011

HARGA YANG HARUS DIBAYAR

SEBUAH TANTANGAN

Berapa harga yang harus dibayar (COST) untuk Kerajaan Allah? Masih ingatkah perumpamaan Yesus dalam Matius 13:44-46?  
  
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Apakah Anda sungguh-sungguh telah menemukan Kerajaan Allah itu?  Apakah Anda sudah menemukan secara pribadi dengan Kristus Yesus, yaitu Isa Almasih yang disebut Mesias yang akan datang itu?  Ia sudah datang dan akan dating kembali.
Jika demikian, apa yang Anda sedang lakukan sekarang ini?  Apakah Anda sedang FOKUS untuk Kerajaan-Nya?  Yesus memberi peringatan bahwa "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Luk 9:62).  Mengapa Yesus begitu tegas dengan para pengikut-Nya?  Sebab Yesus tahu ada pesaing yang penuh dengan kepalsuan yang menaburkan benih kejahatan di tengah-tengah benih gandum (Mat 13:25)  Yesus tahu bahwa ketika para pengikut-Nya lengah, maka bisnis kerajaan iblis akan lebih cepat sebab mereka lebih cerdik.

Satu hal lagi: Allah tidak mau seorangpun binasa sehingga mereka yang telah ditebus-Nya, juga dipanggilnya menjadi pengerja-pengerja-Nya.  Jadi seberapa harga yang harus anda bayar sebagai pengikut-pengikut Kristus?

Mari memiliki mata seperti Yesus: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” (Yoh 4:35)  Ini adalah vis Yesus bagi kita.
Karena itu, ini saatnya untuk tidak berpangku tangan dan duduk santai di bangku gereja dan hanya menjadi pengagum khotbah dan kesaksian-kesaksian. Anda perlu bangkit dari tempat duduk dan keluar dari zona kenyamanan Anda selama ini. Berdirilah sebab Yesus telah berjanji menyertai dan membuat kita pasti berhasil dengan buah yang lebat dan tetap.  Persyaratannya hanya berSATU dengan IAM melalui:
1.         Tetap di dalam DOA
2.         Taati Firman-Nya
3.         Terapkan Karya-Nya melalui S.A.T.U
Waktu, Tenaga, dan Harta adalah anugerah Allah yang harus kita persembahkan dalam bisnis Kerajaan-Nya.  Yesus memberikan perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25 atau uang mina dalam Lukas 19.  Pada hari kedatangan-Nya, Ia pasti meminta PERTANGGUNG-JAWABAN kita masing-masing.  Karena itu, mari mulai dengan gaya hidup dan pertemuan ibadah yang senantiasa melakukan PERTANGGUNG-JAWABAN. Tuhan Yesus Memberkati! OZ

HATI BAPA DAN SUKACITA DI SORGA


“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." Luk15:7


Baca: Lukas 15:11-32

Sama seperti saya pernah mendengar orang-orang berdoa seperti ini: ”Tuhan jangan permalukan kami” (pada hal mereka sendiri tidak sadar bahwa mereka mempermalukan Allah karena sikap hidup mereka), mereka juga berkata demikian: ”Tuhan penuhilah kami dengan sukacita surgawi”, pada hal mereka sendiri tidak tahu apa yang membuat surga bersuka cita.  

Apa yang membuat Allah beserta para malaikat di sorga bersukacita? 
Baiklah saya mengajak Pembaca sekalian merenungkan mengapa Yesus mengutarakan perumpamaan-perumpamaan dalam Lukas 15.  Perumpamaan ini disampaikan karena ada pertentangan di antara orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat dengan Yesus mengenai orang berdosa (15:2).  Mereka bersungut-sungut, sehingga Yesus menceritakan tiga perumpamaan di mana ada sukacita di surga: Pertama, satu ekor domba yang hilang di antara 100 ekor ditemukan (15:1-7); kedua, satu dirham yang hilang di atara 10 dirham ditemukan (15:8-10); dan ketiga, seorang anak yang hilang di antara kedua bersaudara didapati kembali oleh bapanya (15:11-32). Mari melihat perbandingan dari ketiga perumpamaan tersebut: Siapa yang dimaksud Yesus dengan 99 ekor domba, 9 dirham, dan 1 orang kakak yang marah-marah, bersungut-sungut dan membenarkan dirinya? Bukankah mereka itu adalah orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat, yaitu orang-orang  yang menganggap dirinya sendiri benar?  Sangat disayangkan, karena ternyata bahwa sukacita di sorga adalah sungut-sungut di antara para pemimpin agama.

Dalam perumpamaan yang kita baca tersebut, kita menemukan tiga karakter utama, yaitu: Anak bungsu (11-16), sebagai subjek kebodohan; Bapa (17-24), sebagi subjek kasih besar; Anak sulung (25-32), sebagi subjek sungut-sungut, amarah, dan pembenaran diri. Berdasarkan ketiga karakter tersebut, maka kita menemukan sasaran perumpamaan ini:
1.      Anak bungsu yang bodoh dan berdosa, menunjuk kepada jemaat yang bodoh dan berdosa
2.      Bapa yang penuh kasih, menunjuk kepada Allah Bapa yang memiliki hati dgn kasih yang besar (lih. Yoh 3:16; Roma 5:8; 2 Ptr 3:9)
3.      Anak sulung yang bersungut-sungut, marah, dan membenarkan dirinya, menunjuk kepada para pemimpin rohani yang suka bersungut-sungut, marah-marah, dan sering membenarkan dirinya.

Pertanyaan untuk direnungkan: Mungkinkah seseorang menaati hukum Allah tanpa mengormati Allah?  Itu mustahil bukan? 
Saudara seperti siapa? Seperti anak bungsu atau anak sulung? Anak bungsu memerlukan KASIH, PENGAMPUNAN, dan PENERIMAAN.  Anak sulung seperti orang kaya yang membenarkan diri atau seperti orang yang berdoa dengan pembenaran diri, memerlukan KERENDAHAN HATI, MATI BAGI DIRINYA DAN BERSATU DENGAN KRISTUS.

Apa yang telah diperbuat Allah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut? Ini adalah masalah DOSA! Alkitab berkata: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).  Hati Allah menunjukkan bahwa IA mengasihi kedua anak-Nya, tetapi sambutan dan sukacita hanya terjadi ketika ada anak-anaknya yang menghormati Dia dengan menanggapi kasih karunia-Nya.  Apakah Anda mau menanggapi hati Bapa yang penuh kasih itu? 
Inilah doa saya untuk Anda ketika Anda selesai membaca ini: “Bapa, mungkin yang membaca tulisan ini sama seperti anak yang hilang itu ataupun anak yang membanarkan dirnya, tolonglah dia supaya ia mampu menanggapi kasih karunia-Mu yang besar itu, sehingga ia ditemukan kembali oleh-Mu dan ia turut menikmati perayaan sukacita surgawi. Dalam nama Yesus Kristus, Amin!” OZ